Peppermint : Aksi Vigilante Jennifer Garner
Peppermint diproduksi saat tagar #MeToo tengah menjadi isu panas.
Tagar yang mendukung penolakan terhadap pelecehan aktris dalam produksi
film tersebut, nyatanya membawa perubahan di lokasi syuting. Menurut
bintang utamanya, Jennifer Garner, ia terbiasa ganti pakaian di
tengah-tengah para kru bekerja. Setelah skandal dan cerita intimidasi
seksual beredar kencang, ia meminta disediakan sebuah kamar ganti khusus
buatnya.
Reprisal : Aksi Bruce Willis-Frank Grillo Menghadapi Perampok Brutal Nan Cerdas
The Predator : Kembalinya Alien Pemburu Manusia Menyerang
Dead Squad : Temple of the Undead , Horor Komedi Zombie Nanggung Ala Dominik Hauser
Jennifer Garner membunuh 43 orang dalam film ini, lima di antaranya off-screen dan sisanya on-screen. Peppermint merupakan film aksi bertema vigilante besutan sutradara Pierre Morel. Dibintangi pula oleh John Ortiz, John Gallagher Jr., Juan Pablo Raba, dan Tyson Ritter. Plotnya mengenai pembalasan dendam seorang wanita kepada kartel yang membantai anak dan suaminya.Mendapat review negatif dari kritikus, meski performa Garner banyak dipuji.
Summer of 84 : Empat Bocah Membuktikan Tetangganya Pembunuh Berantai
Johnny English Strikes Again : Komedi Mr Bean Sebagai Agen Rahasia MI7
The Girl in the Spider's Web : Reboot Kisah Hacker Tangguh Asli Swedia
Riley North (Garner) adalah seorang banker yang cukup sukses. Suaminya, Chri (Chris Johnson) , memiliki sebuah bengkel. Dikaruniai seorang anak perempuan berusia 10 tahun, Carly (Cailey Fleming). 21 Desember 2012 malam, Chris dan Riley mengajak Carly ke sebuah taman hiburan yang biasa mereka kunjungi untuk membeli peppermint ice cream. Dalam perjalanan Riley kembali ke toko es krim, keluarganya diberondong peluru beberapa orang di dalam mobil.
Wiro Sableng 212 : Pendekar Lokal Terkenal yang Dimodali Fox
Hotel Artemis : Kisah Menawan Rumah Sakit Spesialis Kriminal
Big Brother : Donnie Yen Jadi Guru SMU Menghadapi Gangster
The Basement : Terjebak Dengan Pembunuh Berantai di Basemen Rumah
The House with a Clock in Its Walls : Jam Kekal di Dinding Penghancur Dunia
Saat Riley siuman di RS, awalnya ia tak mampu mengingat apapun. Pihak berwajib diwakili Detektif Moises Beltran (John Ortiz), meminta Riley mengidentifikasi pembunuh keluarganya. Di kantor polisi, Riley menunjuk tiga wajah pembunuh keluarganya. Detektif Beltran mencoba membawa pelaku ke pengadilan. Namun bos mereka ternyata pimpinan kartel yang ditakuti, Diego Garcia (Juan Pablo Raba), yang bahkan mempengaruhi jajaran kepolisian. Beltran berkata kepada partnernya, Detektif Carmichael, orang terakhir yang mencoba menahan Garcia ditemukan meninggal.
A Simple Favor : Tertimpa Musibah Gara-gara Menolong Sahabat
The Sisters Brothers : Duo Pembunuh Bayaran yang Menemukan Formula Pengubah Emas
Di RS, Riley dikunjungi pengacara Garcia, yang menawarkan sejumlah uang. Riley menolaknya. Sang pengacara melihat pengobatan anti-psychotic miliknya di kamar Riley. Di pengadilan ia menyatkan kesaksian riley meragukan karena ia di bawah kendali obat-obatan.Hakim Stevens (Jeff Harlan), yang disuap Garcia, melepaskan para tersangka dari segala tuduhan. Murka, Riley menyerang ketiga pembunuh keluarganya. Stevens memerintahkan agar wanita ini dibawa ke sebuah mental institution. Namun di tengah jalan ia meloloskan diri dan menghilang. Lima tahun kemudian ia kembali untuk menegakkan keadilan dengan caranya sendiri.
Hostile : Seorang Diri Menghadapi Monster Mutan
The Nun : Kisah Gelap Dibalik Asal-usul Valak
Venom : Duet Simbiosis Alien dan Jurnalis Menghadapi Teror Ilmuwan Gila
Comments
Post a Comment