The Kid Who Would Be King : Saat Legenda King Arthur Bertemu Dunia Anak Zaman Now

 The Kid Who Would Be King adalah film petualangan yang ditulis dan disutradarai oleh Joe Cornish. Sebuah kerjasama perusahaan Inggris-Amerika, dengan dukungan aktor Louis Ashbourne Serkis, Tom Taylor, Rebecca Ferguson, dan Patrick Stewart.  Alur ceritanya mengikuti seorang anak lelaki yang menemukan pedang legendaris Raja Arthur, Excalibur, dan harus menghentikan seorang ahli sihir kuno untuk menghancurkan dunia. Film ini dijadwalkan akan dirilis di Amerika Serikat pada 25 Januari 2019, dan di Inggris pada 15 Februari 2019, oleh 20th Century Fox.

Moviegoer
mengenal Joe Cornish dari penampilannya yang singkat di Hot Fuzz atau Star Wars: The Last Jedi. Cornish juga tenar sebagai penulis bersama di The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn. Menjalani debut sutradara lewat film tahun  2011: Attack the Block. Film ini, paling tidak, sebuah keajaiban, keseimbangan  antara horor, komedi, dan komentar sosial ketika para protagonis remaja berjuang untuk bertahan hidup di kawasan London Selatan mereka yang diinvasi alien.

Master Z : the Ip Man Legacy, Pertarungan Brutal Jin Zhang-Dave Bautista-Michelle Yeoh dan Tony Jaa
Unstoppable : Mantan Gangster yang Mencari Penculik Istrinya
Message Man : Aksi Brutal Preman Indonesia vs Mantan Pembunuh Asli Australia 
 
The Upside : Komedi Mengharukan Ala Kevin Hart-Bryan Cranston  

The Silence : Kampret Zaman Purba Meneror Dalam Kegelapan



The New King of Comedy : Remake Film Lama Stephen Chow yang Serba RahasiaMojin: The Worm Valley , Cacing Raksasa dan Kutukan Makam Kuno

Pada tahun-tahun berikutnya Cornish melekatkan dirinya pada sejumlah proyek. Misalnya: Ed-Wright's Ant-Man, atau proyek adaptasi kecelakaan salju-nya Neal Stephenson.  The Kid Who Would Be King, yang menurut Cornish sangat mengasyikkan, merupakan harapan yang menjadi kenyataan. Khayalan Cornish mengenai legenda Arthur yang dilekatkan di zaman modern. 
Seperti  Attack the Block, protagonis Cornish adalah anak-anak dan remaja. Alex (Louis Ashbourne Serkis) adalah anak lelaki sasaran para pengganggu di sekolah. Pun demikian juga sahabatnya Bedders (Dean Chaumoo). Berdiri di hadapan mereka sebuah tantangan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Saat malapetaka  mulai menghampiri, mereka yang harus menyelamatkan bumi.

On The Basis of Sex : Pionir Praktisi Hukum Penentang Diskriminasi Gender
DreadOut : Game Asli Indonesia yang Diangkat Ke Layar Lebar
You Might Be The Killer : Komedi Horor Pembunuh Serial Bertopeng Kayu
Foxtrot Six : Film Action Indonesia Karya Produser Terminator dan Rambo



Petualngan seru dimulai saat  Alex menemukan pedang legendaris, Excalibur, di situs konstruksi yang ditinggalkan. Pedang yang  memiliki kekuatan sihir itu secara ajaib patuh kepadanya. Namun prajurit mayat hidup bangkit dari tanah, menyerang mereka. Para zombie ini berupaya merebut pedang dari genggaman Alex. Berkat pertolongan Merlin (dimainkan secara bergantian oleh Patrick Stewart sebagai orang tua, dan Angus Imrie sebagai pemuda yang sigap),  Alex meloloskan diri. Merlin lalu menjadi mentor bagi Alex dalam mempersiapkan diri menghadapi hal-hal gaib.


The Cloverfield Paradox : Ketegangan dan Horor di Stasiun Luar Angkasa
The Bouncer : Aksi Van Damme Memberangus Sindikat Kriminal Belgia 
The Final Wish : Jin Pengabul Permintaan Karya Penulis Final Destination 
 Glass : Penutup Trilogi Kisah Trio Superhero Gangguan Jiwa
Isabelle : Teror Gadis Menyeramkan Tetangga Sebelah


Widows : Empat Janda Perampok dan Permainan Politikus Kejam
Sgt. Will Gardner : Derita Veteran Perang yang Mengaku Aktor Terkenal


Seperti dalam Attack the Block, Cornish menemukan kesenangan dalam mengobok-obok legenda Arthur. Kejaiban seperti sihir menghentikan waktu dan semua orang yang tidak disukai oleh Alex menghilang begitu monster muncul. Pertunjukkan sihir Merlin pun tidak semewah Harry Potter dimana ia cukup menjentikkan jari-jarinya. Film keluarga yang cukup menghibur ini dikemas Cornish dengan penuh nuansa humor.



Comments